Rabu, 05 Desember 2012

MENGUTIP ARTIKEL DAN MENGOREKSI KESALAHAN YANG ADA DI ARTIKEL TERSEBUT


HASIL KOREKSI:
  1. SOALNYA seharusnya KARENA
  2. BELI seharusnya MEMBELI
  3. ONGKOS seharusnya BIAYA
  4. TADI seharusnya TERSEBUT
  5. LARIS DIGONDOL MALING seharusnya SERING DIAMBIL OLEH PENCURI
  6. JUTAAN seharusnya JUTA
Mungkin hanya itu yang dapat saya perbaiki. apabila terdapat kesalahan atau terdapat analisis saya yang salah, saya mohon maaf.
Read more / Selengkapnya...

BUDAYA BERBAHASA DI MASYARAKAT INDONESIA


Dari sudut pandang linguistik, Bahasa Indonesia salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah Bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang) dari abad ke-19. Dalam perkembangannya dia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan.

Bahasa Indonesia, bahasa sangat bagus dan banyak dari orang asing yang belajar Bahasa Indonesia untuk kehidupannya. Sayang kita sendiri sebagai penerus bangsa ini, malah menjauhkan diri dari bahasa kita sendiri. Banyak dari kalangan pemuda sekarang lebih suka menggunakan bahasa alay dibandingkan dengan bahasa Indonesia yang tersusun secara sistematis.

kemudian akhir-akhir ini kita sering mendengar di media cetak, elektronik dan sebagainya yaitu bahasa 4LAY "alay". Bahasa Alay adalah singkatan dari Anak layangan, Alah lebay, Anak layu atau Anak kelayapan yang menghubungkannya dengan anak jarpul (Jarang Pulang). Paling terkenal adalah Anak layangan.

Dominannya, istilah ini menggambarkan anak yang menganggap dirinya keren secara gaya busananya. Menurut Koentjaraningrat, Alay adalah gejala yang dialami pemuda dan pemudi Bangsa Indonesia, yang ingin diakui statusnya di antara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakaian, sekaligus meningkatkan kenarsissan cukup mengganggu masyarakat pada umumnya.

Bahasa alay mungkin bahasa kedua pada saat sekarang ini di kehidupan Bangsa Indonesia bagi para pemuda yang ada saat ini. Saat ini bahasa alay sudah ada kamusnya, untuk menterjemahkan segala sesuatu tentang bahasa alay yang digunakan dalam komunikasi, yang dianggap kebanyakan orang sebagai tradisi.
mungkin contoh gambar diatas ini dapat memperlihatkan betapa krisisnya bahasa di Indonesia, di negara tercinta kita ini. 

Dampak negatif lainnya, bahasa Alay dapat mengganggu siapapun yang membaca dan mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya. Karena, tidak semua orang mengerti akan maksud dari kata-kata Alay tersebut. Terlebih lagi dalam bentuk tulisan, sangat memusingkan dan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk memahaminya.

Bahasa Alay secara langsung maupun tidak, telah mengubah masyarakat Indonesia untuk tidak mempergunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sebaiknya bahasa Alay dipergunakan pada situasi yang tidak formal seperti ketika kita sedang berbicara dengan teman. Pada komunitas yang mengerti dengan sandi bahasa Alay tersebut. Kita boleh menggunakannya, tetapi jangan sampai menghilangkan budaya berbahasa Indonesia.

“Kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia.”

Nyatanya belum lama ini tanggal 28 Oktober kita baru saja memperingati hari sumpah pemuda yang poin seperti diatas ini termasuk dalam Sumpah Pemuda. Betapa bersejarahnya peristiwa tersebut, para Pemuda pada saat itu memperjuangkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Pada tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia resmi sebagai bahasa persatuan. Saat ini usianya genap 84 tahun. Bahasa pemersatu tersebut kini kian renta. Ironisnya, kian renta justru kian tak populer di kalangan pemuda, khususnya remaja.


Untuk itu, upaya menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama atau setidaknya bahasa kedua tak lain adalah dengan meningkatkan minat baca tulis masyarakatnya. Namun, nampaknya ini bukanlah pekerjaan mudah. Bagaimana mengubah “budaya gadget” dan budaya nonton menjadi budaya baca tulis di Indonesia perlu upaya semua pihak. Jika tidak bahasa Indonesia akan menjadi asing di negerinya sendiri.




...
Read more / Selengkapnya...

Senin, 29 Oktober 2012

MEMBUAT GARIS VERTIKAL, HORIZONTAL, DAN DIAGONAL DENGAN OPENGL

Sekilas tentang OpenGL. OpenGL merupakan singkatan dari Open Graphics Library. OpenGL itu sendiri merupakan spesifikasi standar yang mendefinisikan suatu lintas bahasa untuk mengembangkan suatu aplikasi yang menghasilkan suatu grafis komputer dalam bentuk 2D ataupun 3D.


OpenGL adalah suatu perangkat pembuat grafis standard yang digunakan untuk keperluan-keperluan pemrograman grafis. OpenGL bersifat opensource, multi-platform dan multi language. Saat ini semua bahasa pemrograman mendukung OpenGL. Dan OpenGL bisa bekerja dalam lingkungan Windows, Unix, SGI, Linux, freeBSD . Library dasar dari OpenGL adalah GLUT, dengan fasilitas yang bisa dikembangkan. Untuk OS Windows,library ini terdiri dari 3 files yaitu: 

Glut.h
Glut32.lib
Glut32.dll

Untuk membuat aplikasi menggunakan OpenGL, terlebih dahulu kita membutuhkan suatu konsepsi interfacing dalam implementasinya. Salah satu cara yang sudah umum digunakan adalah dengan membuat window-based OpenGL. Untuk dapat membuat konsep windowing pada OpenGL, kita memerlukan tool tertentu. Kali ini saya akan menjelaskan pembuatan gambar sederhana yaitu gambar garis vertikal, horizontal, dan diagonal dengan Dev C++ sebagai IDE-nya.

Dalam membuat Garis Vertikal, Horizontal, Dan Diagonal Dengan OpenGL Pada Dev C++. Pertama yang harus yang kita lakukan adalah mempunyai perlengkapan yang digunakan :

 1. Dev C++ (Pastikan PC atau laptop Anda sudah terinstall aplikasi ini).
2. Header Glut (Header yang akan digunakan untuk OpenGL).
Cara menginstall (Dev C++ dan OpenGL)
Apabila komputer Anda belum terinstall Dev C++, Anda bisa mendownloadnya disini, kemudian dinstall. Untuk menjalankan atau membuat file OpenGL anda harus memiliki Headernya, Anda bisa mendownloadnya disini, dan untuk menginstal header OpenGL berikut adalah langkahnya :
 1. Masuk kedalam Dev C++.
2. Klik menu tools > Pilih Package manager seperti gambar di bawah :
3. Klik Install, ganti Files of Type menjadi (generic packages) ada file berekstensi (.rar atau .zip ) terbaca.
4. Klik open,lalu ikuti langkah-langkahnya sampai selesai terinstal.

Setelah selesai menginstall Dev C++ dan header OpenGL, selanjutnya mencoba untuk langsung Membuat Garis Vertikal, Horizontal, Dan Diagonal Dengan OpenGL Pada Dev C++, cara membuat file baru adalah :
 1. Klik menu File > Pilih New > Project .
2. Pada bagian ini pilih tag Multimedia > lalu klik OpenGL dan beri nama Project.

Setelah membuat project, lanjut untuk Membuat Garis Vertikal, Horizontal, Dan Diagonal Dengan OpenGL Pada Dev C++.


1. Garis Vertikal

/* OpenGL animation code goes here */
glPushMatrix (); //Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
glBegin(GL_LINES); //Untuk menggambar garis dari titik yang digunakan.
glVertex3f(0,0,-0.0); //Untuk menentukan titik awal yang digunakan.
glVertex3f(0.0,130.0,0.0); //Untuk menentukan titik akhir yang digunakan.
glEnd (); //Untuk mengakhiri gambar garis di titik akhir.
glPopMatrix (); //Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
SwapBuffers (hDC); //Untuk mengantikan bagian belakang buffer menjadi buffer layar.
Sleep (1);
}
}
Output Programnya adalah :

Logika :
pada pembuatan garis baik dari vertikal, horizontal, maupun diagonal memiliki fungsi pemahaman tentang garis pada line di coding bagian “glvertex3f” disinilah dimana sebuah garis dibuat dengan koordinat yang kita tentukan dan disinilah pemahaman tentang koordinat diperlukan untuk pembuatan garis yang sesuai fungsi yang kita gunakan. dan setelah coding dibuat kita tinggal tekan F9 untuk compile dan run lalu jendela untuk open GL sample pun keluar dan menghasilkan sebuah garis berbentuk garis vertikal.

2. Garis Horizontal


/* OpenGL animation code goes here */
glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f); //Untuk memilih warna yang digunakan.
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT); //Untuk membersihkan layar latar belakang.
glPushMatrix (); //Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
glBegin(GL_LINES); //Untuk menggambar garis dari titik yang digunakan.
glVertex3f(-0.6f, 0.0f, 0.0f); //Untuk menentukan titik awal yang digunakan.
glVertex3f(0.6f, 0.0f, 0.0f); //Untuk menentukan titik akhir yang digunakan.
glEnd (); //Untuk mengakhiri gambar garis di titik akhir.
glPopMatrix (); //Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
SwapBuffers (hDC); //Untuk mengantikan bagian belakang buffer menjadi buffer layar.
Sleep (1);
}
}

Output Programnya adalah :

Logika :
pada pembuatan garis horizontal sama seperti sebelumnya lebih memahami masalah di line bagian “glvertex3f” disinilah dimana sebuah garis dibuat dengan koordinat yang kita tentukan dan disinilah pemahaman tentang koordinat diperlukan untuk pembuatan garis yang sesuai fungsi yang kita gunakan. dan setelah coding dibuat kita tinggal tekan F9 untuk compile dan run lalu jendela untuk open GL sample pun keluar dan menghasilkan sebuah garis berbentuk garis Horizontal. 

3. Garis Diagonal


/* OpenGL animation code goes here */
glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f); //Untuk memilih warna yang digunakan.
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT); //Untuk membersihkan layar latar belakang.
glPushMatrix (); //Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
glBegin(GL_LINES); //Untuk menggambar garis dari titik yang digunakan.
glVertex3f(0,0,-0.8); //Untuk menentukan titik awal yang digunakan.
glVertex3f(9.9,8.9,0.1); //Untuk menentukan titik akhir yang digunakan.
glEnd (); //Untuk mengakhiri gambar garis di titik akhir.
glPopMatrix (); //Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
SwapBuffers (hDC); //Untuk mengantikan bagian belakang buffer menjadi buffer layar.
Sleep (1);
}
}

Output Programnya adalah :

Logika :
pada pembuatan garis diagonal sama seperti sebelumnya lebih memahami masalah di line bagian “glvertex3f” disinilah dimana sebuah garis dibuat dengan koordinat yang kita tentukan dan disinilah pemahaman tentang koordinat diperlukan untuk pembuatan garis yang sesuai fungsi yang kita gunakan. dan setelah coding dibuat kita tinggal tekan F9 untuk compile dan run lalu jendela untuk open GL sample pun keluar dan menghasilkan sebuah garis berbentuk garis diagonal.

Read more / Selengkapnya...

Kamis, 29 Maret 2012

Kebijakan Fiskal (Departemen Keuangan)

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter satu sama lain saling berpengaruh dalam kegiatan perekonomian. Masing – masing variabel kebijakan tersebut, kebijakan fiskal dipengaruhi oleh dua variabel utama, yaitu pajak (tax) dan pengeluaran pemerintah (goverment expenditure). Sedangkan variabel utama dalam kebijakan moneter, yaitu GDP, inflasi, kurs, dan suku bunga. Berbicara tentang kebijakan fiskal dan kebijakan moneter berkaitan erat dengan kegiatan perekonomian empat sektor, dimana sektor – sektor tersebut diantaranya sektor rumah tangga, sektor perusahaan, sektor pemerintah dan sektor dunia internasional/luar negeri. Ke-empat sektor ini memiliki hubungan interaksi masing – masing dalam menciptakan pendapatan dan pengeluaran.
Krisis global saat ini jauh lebih parah dari perkiraan semula dan suasana ketidakpastiannya sangat tinggi. Kepercayaan masyarakat dunia terhadap perekonomian menurun tajam. Akibatnya, gambaran ekonomi dunia terlihat makin suram dari hari ke hari walaupun semua bank sentral sudah menurunkan suku bunga sampai tingkat yang terendah. Tingkat bunga yang sedemikian rendahnya itu justru menyebabkan ruang untuk melakukan kebijakan moneter menjadi terbatas, sehingga pilihan yang tersedia hanya pada kebijakan fiscal. Menurut Mohamad Ikhsan, (http://majalah.tempointeraktif.com) negara-negara yang tergabung dalam G-20 dalam komunike bersamanya baru ini-ini sepakat mendorong lebih cepat ekspansi kebijakan fiskal minimal 2 persen dari produk domestik bruto untuk memulihkan perekonomian dunia. Meskipun secara teoretis kebijakan fiskal dapat berfungsi sebagai stimulus perekonomian, dalam pelaksanaannya sering kali terdapat hambatan. Hambatan ini dirasakan terutama di negara berkembang.
...
1.2 Rumusan masalah
Dari latar belakang di atas dapat di buat beberapa rumusan masalah yaitu antar lain:
1. Definisi kebijakan fiskal (fiskal policy)
2. Hubungan antara kebijakan fiskal dan moneter
1.3 Tujuan Pembahasan
1. Agar lebih memahami definisi dari kebijakan fiskal
2. Serta mempermudah pembaca memahami hubungan kebijakan fiskal

TEORI
Kebijakan fiskal berarti penggunaan pajak, pinjaman masyarakat, pengeluaran masyarakat oleh pemerintah untuk tujuan stabilisasi dan pembangunan ekonomi. Bagi Negara maju, kebijkaan fiskal bertujuan untuk stabilisasi laju pertumbuhan. Sedangkan bagi Negara terbelakang, kebijkan fiskal bertujuan untuk pembentukan modal.
Namun secara umum, tujuan kebijakan fiskal adalah :
• Meningkatkan Laju Investasi
Hal ini dapat dicapai dengan mengendalikan konsumsi baik actual maupun potensial dan meningkatkan rasio tabungan marginal ( inkrimental).
Dr. R.N. Tripathy menjelaskan bebrapa metode peningkatan rasio tabungan inkrimental yaitu :
Kontrol fisik langsung
kontrol fisik langsung adalah metode yang paling efektif dalam membatasi konsumsi dan investasi tidak produktif
langkah- langkahnya meliputi ;
- pajak pendapatan progresif
- pembatasan impor barang mewah
- bea masuk tinggi pada barang impor mewah
- larangan membuat barang mewah dan setengah mewah di dalam negeri atau pembatasan pengenaannya melalui pajak yang berat.
Sementara untuk membatasi penggunaan tabungan ke sektor yang tidak produktif maka perlu pengenaan pajak progressif yang tinggi pada pendapatan yang tidak dibayarkan, keuntungan dari modal, pengeluaran dan perumahan mewah.
• Mendorong Investasi Optimal Secara sosial
Untuk mendorong investasi optimal secara sosial ini berhubungan dengan tanggung jawab Negara dan pola optimum investasi untuk menciptakan investasi pada overhead ekonomi dan sosial. Seperti investasi bidang transportasi, perhubungan, pengembangan tenaga dan sungai, serta konservasi lahan, untuk overhead ekonomi. Serta investasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan fasilitas pelatihan, untuk overhead sosial. Namun investasi dalam bentuk ini memerlukan investasi yang besar.
• Meningkatkan Kesempatan Kerja
Kebijakan fiskal harus ditujukan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran atau setengah pengangguran. Caranya adalah dengan mengarahkan pengeluaran pemerintah kearah overhead sosial dan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga harus mendorong perusahaan swasta tumbuh dengan tax holiday, konsesi, pinjaman murah, subsidi dan sebagainya. Di pedesaan pemerintah bias menyediakan pelatihan, keuangan dan mesin- mesin untuk menunjang industri rumah tangga.
• Meningkatkan Stabilisasi Ekonomi ditengah Ketidakstabilan Internasional
Kebijakan fiskal memegang peranan penting dalam mempertahankan stabilitas ekonomi menghadapi kekuatan internal dan eksternal. Dalam rangka mengurangi krisis internasional fluktuasi siklis pada masa boom, harus diterapkan pajak ekspor dan impor. Pajak ekspor dapat menyedot pendapatan dari kenaikan harga di pasar dunia. Dan bea impor yang tinggi pada barang konsumsi dan barang mewah dapat menghambat penggunaan daya beli tambahan. Akan tetapi kebijakan ini akan berhasil bila pembatasan impor barang mewah dan bea ekspor dan impor yang tinggi tersebut dipergunakan untuk tabungan domestik dan pembentukan modal.
• Menanggulangi Inflasi
Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran sumber riil mengakibatkan kenaikan harga inflasioner. Hal ini dipicu oleh kenaikan daya beli yang tidak diimbangi dengan pemabahan suplai ( suplai tetap). Hal ini juga akan memicu permintaan kenaikan upan yang kemudian menyebabkan kenaikan biaya produksi sehingga memicu kenaikan harga lebih jauh.
Pajak langsung progressif yang dilengkapi dengan pajak komoditi merupakan salah satu tindakan fiskal yang paling efektif untuk menanggulangi tekan inflasioner dalam perekonomian. Pajak seperti ini umumnya mampu menyedot sebagian besar tambahan pendapatan yang tercipta dalam proses inflasi.
• Meningkatkan dan Redistribusi pendapatan
Ketimpangan kesejahteraan dan pendapatan yang ekstrim menyebabkan perpecahan sosial yang menjurus pada ketidakstabilan politik dan ekonomi, yang berakibat pada terganggunya pembangunan ekonomi. Dan kebijkan fiskal berperan dalam redistribusi pendapatan. Investasi pemerintah dalam overhead sosial dan ekonomi merupakan upaya efektif untuk menaikan volume output, lapangan kerja, serta pendapatan nyata suatu Negara terutama Negara terbelakang. Keadaan ini akan menyebabkan standar kehidupan meningkat dan disparitas dalam pendapatan menurun.
Redistribusi pendapatan dapat dilakukan dengan menerapkan struktur perpajakan yang bercakupan luas dan sangat progressif. Struktur pajaknya meliputi pajak atas pendapatan, kekayaan, pegeluaran, perumahan, dan barang mewah.

Tetapi kebijakan pajak tersebut harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kegairahan sektor usaha karena keuntungan mereka menjadi lebih kecil.
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Kebijakan Fiskal (Fiscal Policy)

Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mendapatkan dana-dana dan kebijaksanaan yang ditempuh oleh pemerintah untuk membelanjakan dananya tersebut dalam rangka melaksanakan pembangunan. Atau dengan kata lain, Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah. Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak.
Pada sektor rumah tangga(RTK), dimana rumah tangga melakukan pembelian barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan untuk konsumsi daan mendapatkan pendapatan berupa gaji, upah, sewa, dividen, bunga, dll dari perusahaan. kegiatan ekonomi dengan Pemerintah adalah rumah tangga menyetorkan sejumah uang sebagai pajak dan menerima penerimaan berupa gaji, bunga, penghasilan non balas jasa, dll. Sedangkan dengan Dunia Internasional adalah rumah tangga mengimpor barang dan jasa dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pada sektor perusahaan, kegiatan ekonomi memiliki hubungan dengan rumah tangga yaitu perusahaan menghasilkan produk-produk barupa barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat dan memberikan penghasilah dan keuntungan kepada rumah tangga barupa gaji, deviden, sewa, upah, bunga. Sedangkan hubungan dengan Pemerintah, perusahaan akan membayar pajak kepada pemerintah dan menjual produk dan jasa kepada pemerintah. Sedangkan hubungan dengan Dunia Internasional, perusahaan melakukan impor atas produk barang maupun jasa dari luar negri.
Pada sektor pemerintah, kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan RumahTangga dimana pemerintah menerima setoran pajak rumah tangga untuk kebutuhan operasional, pembangunan. Dan untuk hubungan dengan Perusahaan, pemerintah mendapatkan penerimaan pajak dari pengusaha dan
Pemerintah membeli produk dari perusahaan berdasarkan dana anggaran belanja yang ada. Pada sektor Dunia Internasional / Luar Negeri, dimana Hubungan dengan RumahTangga adalah dunia internasional menyediakan barang dan jasa untuk kepentingan rumah tangga. dan untuk Hubungan dengan Perusahaan, dunia internasional mengekspor produknya kepada bisnis-bisnis perusahaan.
Negara Indonesia yang sedang dilanda krisis ekonomi yang berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Dimana Tingginya tingkat krisis yang dialami negeri kita ini diindikasikan dengan laju inflasi yang cukup tinggi. Sebagai dampak atas inflasi, terjadi penurunan tabungan, berkurangnya investasi, semakin banyak modal yang dilarikan ke luar negeri, serta terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan untuk terus berlanjut dan memaksa pemerintah untuk menentukan suatu kebijakan dalam mengatasinya. Kebijakan moneter dengan menerapkan target inflasi yang diambil oleh pemerintah mencerminkan arah ke sistem pasar. Artinya, orientasi pemerintah dalam mengelola perekonomian telah bergeser ke arah makin kecilnya peran pemerintah.
Kondisi ekonomi negara Indonesia pada masa orde baru sudah pernah memanas. Pada saat itu pemerintah melakukan kebijakan moneter berupa contractionary monetary policy dan vice versa. Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilisasi ekonomi dan ongkos yang harus dibayar relatif murah. Kebijakan moneter yang ditempuh saat ini berupa open market operation memerlukan ongkos yang mahal. Kondisi ini diperparah dengan adanya kendala yang lebih besar, yaitu pengaruh pasar keuangan internasional.
Pengaruh krisis ekonomi pada kebijakan fiskal, dimana Berdasarkan AD/ART pemerintah negara Indonesia, sebagaimana yang dipublikasikan oleh BI, untuk semester pertama tahun anggaran 2000 terlihat bahwa telah terjadi defisit anggaran yang disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk subsidi dan pembayaran bunga hutang. Meski sebenarnya terjadi peningkatan penerimaan, namun ternyata besarnya peningkatan penerimaan masih jauh lebih rendah dibanding peningkatan pengeluaran. Dominasi kebijakan moneter dibanding kebijakan fiskal dan deregulasi sektor riil menyebabkan terjadinya kebijakan makro ekonomi yang tidak seimbang.
Dari semua unsure APBN hanya pembelanjaan Negara atau pengeluaran dan Negara dan pajak yang dapat diatur oleh pemerintah dengan kebijakan fiscal. Contoh kebijakan fiscal adalah apabila perekonomian nasional mengalami inflasi,pemerintah dapat mengurangi kelebihan permintaan masyarakat dengan cara memperkecil pembelanjaan dan atau menaikkan pajak agar tercipta kestabilan lagi. Cara demikian disebut dengan pengelolaan anggaran.
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran :
1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.
2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif
Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.
3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin.
Tujuan kebijakan fiscal adalah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. Hal ini dilakukan dengan jalan memperbesar dan memperkecil pengeluaran komsumsi pemerintah (G), jumlah transfer pemerntah (Tr), dan jumlah pajak (Tx) yang diterima pemerintah sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatn nasional (Y) dan tingkat kesempatan kerja (N).


Read more / Selengkapnya...

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada pasar ini kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran dapat bergerak secara leluasa. Ada pun harga yang terbentuk benar-benar mencerminkan keinginan produsen dan konsumen. Permintaan mencerminkan keinginan konsumen, sementara penawaran mencerminkan keinginan produsen atau penjual. Bentuk pasar persaingan murni terdapat terutama dalam bidang produksi dan perdagangan hasil-hasil pertanian seperti beras, terigu, kopra, dan minyak kelapa. Bentuk pasar ini terdapat pula perdagangan kecil dan penyelenggaraan jasa-jasa yang tidak memerlukan keahlian istimewa ( pertukangan, kerajinan ).
Dalam persaingan sempurna ini pembeli dan penjual berjumlah banyak. Artinya, jumlah pembeli dan jumlah penjual sedemikian besarnya, sehingga masing-masing pembeli dan penjual tidak mampu mempengaruhi harga pasar. Dengan demikian masing-masing pembeli dan penjual telah menerima tingkat harga yang terbentuk di pasar sebagai suatu datum atau fakta yang tidak dapat di ubah. Bagi pembeli, barang atau jasa yang ia beli merupakan bagian kecil dari keseluruhan jumlah pembelian masyarakat. Bagi penjual pun berlaku hal yang sama sehingga bila penjual menurunkan harga, ia Akan rugi sendiri, sedangkan bila menaikan harga. Maka pembeli akan lari penjual lainnya.
...
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat di buat beberapa rumusan masalah yaitu antar lain:
1. Ciri-ciri pasar persaingan sempurna.
2. Pemaksimuman keuntungan jangka pendek.
3. Keseimbangan dalam industri.
4. Kebaikan & keburukan pasar persaingan sempurna.
1.3 Tujuan
Tujuan pembuatan karya tulis ini adalah:
1. Untuk mengetahui cirri-ciri pasar persaingan sempurna.
2. Untuk mengetahui pemaksimuman keuntungan jangka pendek.
3. Untuk mengetahui keseimbangan dalam industri.
Untuk mengetahui kebaikan & keburukan pasar persaingan sempurna.
TEORI
Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.
PEMBAHASAN
2.1 Ciri-ciri pasar persaingan sempurna

Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.
Ciri-ciri selengkapnya dari pasar persaingan sempurna adalah seperti yang diuraikan dibawah ini :
v Perusahaan adalah pengambil harga
Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apa pun tindakan perusahaan dalam pasar, ia tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli. Seorang produsen terlalu kecil peranannya didalam pasar sehingga tidak dapat mempengaruhi penentuan harga atau tingkat produksi dipasar. Peranannya sangat kecil tersebut disebabkan karena jumlah produksi yang diciptakan produsen merupakan sebagian kecil saja dari keseluruhan jumlah barang yang dihasilkan dan diperjual-belikan.
v Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
Sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini dapat dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya tersebut. Sama sekali tidak terdapat hambatan-hambatan, baik secara legal maupun dalam bentuk lain secara keuangan atau secara kemampuan teknologi, misalnya kepada perusahaan-perusahaan untuk memasuki atau meninggalkan bidang usaha tersebut.
v Menghasilkan barang serupa
Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang yang dihasilkan suatu perusahaan lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah barang identical atau homogenous. Karena barang-barang tersebut adalah sangat serupa para pembeli tidak dapat membedakan yang mana dihasilkan produsen A atau B atau produsen yang lainnya. Barang yang dihasilkan seorang produsen merupakan pengganti sempurna kepda barang yang dihasilkan oleh produsen-produsen lain. Sebagai akibat dari efek ini, tidak ada gunanya kepada perusahaan-perusahaan untuk melakukan persaingan yang berbentuk persaingan bukan harga atau nonprice competition atau persaingan dengan misalnya melakukan iklan dan promosi penjualan. Cara ini tidak efektif untuk menaikkan penjualan karena pembeli mengetahui bahwa barang-barang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri tersebut tidak ada bedanya sama sekali.
v Terdapat banyak perusahaan di pasar
Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relative kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar. Sebagai akibatnya produksi setiap perusahaan adalah sangat sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut,. Sifat ini menyebabkan apa pun yang dilakukan perusahaan, seperti menaikkan atau menurunkan harga dan menaikkan atau menurunkan produksi, sedikit pun ia tidak mempengaruhi harga yang berlaku dalam pasar/industri tersebut.
v Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar
Dalam pasar persaingan sempurna juga dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah sangat banyak. Namun demikian dimisalkan pula bahwa masing-masing pembeli tersebut mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai keadaan dipasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan ke atas harga tersebut. Akibatnya para produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari yang berlaku di pasar.
2.4 Kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna memiliki bebarapa kebaikan dibandingkan pasar-pasar yang lainnya antara lain :
1. Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi
Sebelum menerangkan kebaikan dari pasar persaingan sempurna ditinjau dari sudut efisiensi, terlebih dahulu akan diterangkan dua konsep efisiensi yaitu:
a. Efisiensi produktif : Untuk mencapai efisiensi produktif harus dipenuhi dua syarat. Yang pertama, untuk setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum. Untuk menghasilkan suatu tingkat produksi berbagai corak gabungan faktor-faktor produksi dapat digunakan. Gabungan yang paling efisien adalah gabungan yang mengeluarkan biaya yang paling sedikit. Syarat ini harus dipenuhi pada setiap tingkat produksi. Syarat yang kedua, industri secara keseluruhan harus memproduksi barang pada biaya rata-rata yang paling rendah, yaitu pada waktu kurva AC mencapai titik yang paling rendah. Apabila suatu industri mencapai keadaan tersebut maka tingkat produksinya dikatakan mencapai tingkat efisiensi produksi yang optimal, dan biaya produksi yang paling minimal.
b. Efisiensi Alokatif
Untuk melihat apakah efisiesi alokatif dicapai atau tidak, perlulah dilihat apakah alokasi sumber-sumber daya keberbagi kegiatan ekonomi/produksi telah dicapai tingkat yang maksimum atau belum. Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang maksimum apabila dipenuhi syarat berikut : harga setiap barang sama dengan biaya marjinal untuk memproduksi barang tersebut. Berarti untuk setiap kegiatan ekonomi, produksi harus terus dilakukan sehingga tercapai keadaan dimana harga=biaya marjinal. Dengan cara ini produksi berbagai macam barang dalam perekonomian akan memaksimumkan kesejahteraan masyarakat.
Efisiensi dalam persaingan sempurna
Didalam persaingan sempurna, kedua jenis efisiensi ynag dijelaskan diatas akan selalu wujud. Telah dijelaskan bahwa didalam jangka panjang perusahaan dalam persaingan sempurna akan mendapat untung normal, dan untung normal ini akan dicapai apabila biaya produksi adalah yang paling minimum. Dengan demikian, sesuai dengan arti efisiensi produktif yang telah dijelaskan dalam jangka panjang efisiensi produktif selalu dicapai oleh perushaan dalam persaingan sempurna.
Telah juga dijelaskan bahwa dalam persaingan sempurna harga = hasil penjualan marjinal. Dan didalam memaksimumkan keuntungan syaratnya adalah hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Dengan demikian didalam jangka panjang keadaan ini berlaku: harga = hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Kesamaan ini membuktikan bahwa pasar persaingan sempurna juga mencapai efisiensi alokatif.
Dari kenyataan bahwa efisiensi produktif dan efisiensi alokatif dicapai didalam pasar persaingan sempurna.
2. Kebebasan bertindak dan memilih
Persaingan sempurna menghindari wujudnya konsentrasi kekuasaan di segolonan kecil masyarakat. Pada umumnya orang berkeyakinan bahwa konsentrasi semacam itu akan membatasi kebebasan seseorang dalam melakukan kegiatannya dan memilih pekerjaan yang disukainya. Juga kebebasaannya untuk memilih barang yang dikonsumsikannya menjadi lebih terbatas.
Didalam pasar yang bebas tidak seorang pun mempunyai kekuasaan dalam menentukan harga, jumlah produksi dan jenis barang yang diproduksikan. Begitu pula dalam menentukan bagaimana faktor-faktor produksi digunakan dalam masyarakat, efisiensilah yang menjadi factor yang menentukan pengalokasinya. Tidak seorang pun mempunyai kekuasan untuk menentukan corak pengalokasiannya. Selanjutnya dengan adanya kebebasaan untuk memproduksikan berbagai jenis barang maka masyarakat dapat mempunyai pilihan yang lebih banyak terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya. Dan masyarakat mempunyai kebebasan yang penuh keatas corak pilihan yang akan dibuatnya dalam menggunakan factor-faktor produksi yang mereka miliki.
Disamping memiliki kebaikan-kebaikan, pasar persaingan sempurna juga memiliki keburukan-keburukan antara lain :
1. Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
Dalam pasar persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh dengan mudah oleh perusahaan lain. Sebagai akibatnya suatu perusahaan tidak dapat meemperoleh keuntungan yang kekal dari mengembangkan teknologi dan teknik memproduksi yang baru tersebut. Oleh sebab itulah keuntungan dalam jangka panjang hanyalah berupa keuntungan normal, Karena walaupun pada mulanya suatu perusahaan dapat menaikkan efisiensi dan menurunkan biaya, perusahaan-perusahaan lain dalam waktu singkat juga dapat berbuat demikian. Ketidakkekalan keuntungan dari mengembangkan teknologi ini menyebabkan perusahaan-perusahaan tidak terdorong untuk melakukan perkembangan teknologi dan inovasi.

Disamping oleh alasan yang disebutkan diatas, segolongan ahli ekonomi juga berpendapat kemajuan teknologi adalah terbatas dipasar persaingan sempurna karena perusahaan-perusahan yang kecil ukurannya tidak akan mampu untuk membuat penyelidikan untuk mengembangkan teknologi yang lebih baik. Penyelidikan seperti itu sering kali sangat mahal biayanya dan tidak dapat dipikul oleh perusahaan yang kecil ukurannya.
2. Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial
Didalam menilai efisiensi perusahaan yang diperhatikan adalah cara perusahaan itu menggunakan sumber-sumber daya. Ditinjau dari sudut pandangnan perusahaan, penggunaannya mungkimn sangat efisien. Akan tetapi, ditinjau dari sudut kepentingan masyarakat, adakalanya merugikan.
3. Membatasi pilihan konsumen
Karena barang yang dihasilkan perusahaan-perusahan adalah 100 persen sama, konsumen mempunyai pilihan yang terbatas untuk menentukan barang yang akan dikonsumsinya.
4. Biaya dalam pasar persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
Didalam mengatakan biaya produksi dalam pasar persaingan sempurna adalah paling minimum,tersirat (yang tidak dinyatakan)pemisalan bahwa biaya produksi tidak berbeda. Pemisalan ini tidak selalu benar. Perusahaan-perusahaan dalam bentuk pasar lainnya mungkin dapat mengurangi biaya produksi sebagai akibat menikmati skala ekonomi,perkembangan teknologi dan inovasi.
5. Distribusi pendapatan tidak selalu rata
Suatu corak distribusi pendapatan tertentu menimbulkan suatu pola permintaan tertentu dalam masyarakat. Pola permintaan tersebut akan menentukan bentuk pengalokasian sumber-sumber daya. Ini berarti distribusi pendapatan menentukan bagaimana bentuk dari penggunaan sumber-sumber daya yang efisien. Kalau distribusi pendapatan tidak merata maka penggunaan sumber-sumber daya (yang dialokasikan secara efisien) akan lebih banyak digunakan untuk kepentingan golongan kaya.


Read more / Selengkapnya...