Selasa, 08 Januari 2013

TIPS MENSETTING PADA MOTOR BARU


Ketika kita membeli motor baru dari pabrikan, biasanya kita kurang puas dengan kemampuan dari motor kita. Dan biasanya kita masih ingin kendaraan kita lebih kenceng lagi dari biasanya. Dan berikut ini saya akan memberikan apa saja yang biasanya kita setting atau kita betulkan pada kendaraan atau motor kesayangan kita yang baru.

1. Gas
Gas merupakan piranti yang vital bagi pengendara, dimana gas ini yang menentukan laju sebuah kendaraan, bila tidak nyaman maka akan mempengaruhi pengendara. Kasus yang sering terjadi adalah gas yang terlalu longgar atau terlalu banyak memutar, biasanya hal ini membuat pengendara menjadi kurang nyaman. Karena harus memutar gas lebih besar, dan hal ini juga bisa membuat konsumsi BBM menjadi boros. Karena gas terlalu dalam dan membuat pengendara semakin sering membuka gas. Jadi segera diatur ulang setelan gas motor tersebut, cara mudah tinggal kendorkan mur di kabel gas dan sesuaikan dengan kemauan masing-masing.
2. Kopling
Kopling merupakan piranti untuk kemudahan dalam menyalurkan tenaga di rantai motor dan berhubungan dengan mekanisme pemindahan gigi. Kabel kopling biasanya terdapat pada motor yang koplingnya bersifat manual yaitu masih menggunakan mekanisme kabel dan dioperasikan oleh pengendara di stang. Untuk kenyamanan dan kemudahan pengendara sebaiknya kabel kopling ini segera distel atau disetting ulang sesuai dengan kemauan pengendara,biasanya ini juga berhubungan dengan jarak bebas kopling, ada yang suka ditarik penuh baru bebas dan ada juga yang ditarik sedikit baru bebas. Cara mensettingnya dalah ada dua cara yaitu dengan mur dan baut yang ada diatas kabel kopling atau setelan yang ada di bak kopling. Tinggal disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing
3. Tuas perseneling
Tuas ini yang berhubungan dengan pemindahan gigi, bila tidak pas tentu akan menggangu kenyamanan pengendara. apalagi pada model satu tuas, seperti yang ada di Honda tiger, Suzuki thunder dll. Dimana untuk mencungkil bila terlalu atas juga akan mengganggu pemindahan gigi dan sebaliknya juga bila terlalu rendah juga akan merepotkan untuk mencungkil tuas tersebut. Untuk mensetting cukup mudah yaitu dengan membuka baut tuas tersebut dan lepaskan tuas tersebut, kemudian pasan kembali tuas tersebut sesuai dengan posisi yang nyaman untuk pengendara.
4. Lampu
Lampu, lampu ini adalah lampu depan. Yaitu yang bertugas menerangi jalan sehingga pengendara bisa melihat jelas jalan yang dilalui. Bila lampu utama pas posisinya tentu ini sangat membantu pengendara. nah bila tidak pas, bisa terlalu jauh ataukah terlalu tinggi. Maka akan sangat menggangu pengendara maupun pengendara lainnya. Makalebih baik untuk segera mensetting lampu utama. Biasannya setting ini ada dise kitar batok lampu. Bisa dalam bentuk mur atau yang lain.
5. Shockbreaker
Piranti ini langsung behubungan dengan kenyamanan berkendara. Untuk shockbreaker yang bisa disetting, tidak semua motor dilengkapi dengan shockbreakers mempuyai setelan.sebagai contoh motor Honda new mega pro dan Yamaha byson. Untuk mengubahnya cukup menggunakan alat semacam tang untuk mengubah setelah shockbreakers. Seperti yang ada di Honda new megapro dan Yamaha byson, biasanya juga terdapat 3 setelan yaitu. Soft, medium dan hard.
6. Rem
Hal terakhir yang bisa distel adalah piranti rem, khususnya rem teromol. Kadangkala setelan rem dari pabrikan terlalu dalam sehingga memaksa pengendara untuk mengeluarkan energy lebih untuk mengerem dan kurang responsif. Atau bahkan sebaliknya rem terlalu keatas, atau terlalu responsive. Sehingga disenggol sedikit saja piranti ini langsung bekerja. Bahkan bisa mengunci, hal ini tentu berbahaya bagi pengendara dan orang lain. Lebih baik distel terlebih dahulu sesuai dengan kemauan pengendara. caranya adalah dengan memutar mur pada rem teromol tersebut.
Read more / Selengkapnya...

Rabu, 05 Desember 2012

MENGUTIP ARTIKEL DAN MENGOREKSI KESALAHAN YANG ADA DI ARTIKEL TERSEBUT


HASIL KOREKSI:
  1. SOALNYA seharusnya KARENA
  2. BELI seharusnya MEMBELI
  3. ONGKOS seharusnya BIAYA
  4. TADI seharusnya TERSEBUT
  5. LARIS DIGONDOL MALING seharusnya SERING DIAMBIL OLEH PENCURI
  6. JUTAAN seharusnya JUTA
Mungkin hanya itu yang dapat saya perbaiki. apabila terdapat kesalahan atau terdapat analisis saya yang salah, saya mohon maaf.
Read more / Selengkapnya...

BUDAYA BERBAHASA DI MASYARAKAT INDONESIA


Dari sudut pandang linguistik, Bahasa Indonesia salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah Bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang) dari abad ke-19. Dalam perkembangannya dia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan.

Bahasa Indonesia, bahasa sangat bagus dan banyak dari orang asing yang belajar Bahasa Indonesia untuk kehidupannya. Sayang kita sendiri sebagai penerus bangsa ini, malah menjauhkan diri dari bahasa kita sendiri. Banyak dari kalangan pemuda sekarang lebih suka menggunakan bahasa alay dibandingkan dengan bahasa Indonesia yang tersusun secara sistematis.

kemudian akhir-akhir ini kita sering mendengar di media cetak, elektronik dan sebagainya yaitu bahasa 4LAY "alay". Bahasa Alay adalah singkatan dari Anak layangan, Alah lebay, Anak layu atau Anak kelayapan yang menghubungkannya dengan anak jarpul (Jarang Pulang). Paling terkenal adalah Anak layangan.

Dominannya, istilah ini menggambarkan anak yang menganggap dirinya keren secara gaya busananya. Menurut Koentjaraningrat, Alay adalah gejala yang dialami pemuda dan pemudi Bangsa Indonesia, yang ingin diakui statusnya di antara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakaian, sekaligus meningkatkan kenarsissan cukup mengganggu masyarakat pada umumnya.

Bahasa alay mungkin bahasa kedua pada saat sekarang ini di kehidupan Bangsa Indonesia bagi para pemuda yang ada saat ini. Saat ini bahasa alay sudah ada kamusnya, untuk menterjemahkan segala sesuatu tentang bahasa alay yang digunakan dalam komunikasi, yang dianggap kebanyakan orang sebagai tradisi.
mungkin contoh gambar diatas ini dapat memperlihatkan betapa krisisnya bahasa di Indonesia, di negara tercinta kita ini. 

Dampak negatif lainnya, bahasa Alay dapat mengganggu siapapun yang membaca dan mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya. Karena, tidak semua orang mengerti akan maksud dari kata-kata Alay tersebut. Terlebih lagi dalam bentuk tulisan, sangat memusingkan dan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk memahaminya.

Bahasa Alay secara langsung maupun tidak, telah mengubah masyarakat Indonesia untuk tidak mempergunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sebaiknya bahasa Alay dipergunakan pada situasi yang tidak formal seperti ketika kita sedang berbicara dengan teman. Pada komunitas yang mengerti dengan sandi bahasa Alay tersebut. Kita boleh menggunakannya, tetapi jangan sampai menghilangkan budaya berbahasa Indonesia.

“Kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia.”

Nyatanya belum lama ini tanggal 28 Oktober kita baru saja memperingati hari sumpah pemuda yang poin seperti diatas ini termasuk dalam Sumpah Pemuda. Betapa bersejarahnya peristiwa tersebut, para Pemuda pada saat itu memperjuangkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Pada tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia resmi sebagai bahasa persatuan. Saat ini usianya genap 84 tahun. Bahasa pemersatu tersebut kini kian renta. Ironisnya, kian renta justru kian tak populer di kalangan pemuda, khususnya remaja.


Untuk itu, upaya menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama atau setidaknya bahasa kedua tak lain adalah dengan meningkatkan minat baca tulis masyarakatnya. Namun, nampaknya ini bukanlah pekerjaan mudah. Bagaimana mengubah “budaya gadget” dan budaya nonton menjadi budaya baca tulis di Indonesia perlu upaya semua pihak. Jika tidak bahasa Indonesia akan menjadi asing di negerinya sendiri.




...
Read more / Selengkapnya...

Senin, 29 Oktober 2012

MEMBUAT GARIS VERTIKAL, HORIZONTAL, DAN DIAGONAL DENGAN OPENGL

Sekilas tentang OpenGL. OpenGL merupakan singkatan dari Open Graphics Library. OpenGL itu sendiri merupakan spesifikasi standar yang mendefinisikan suatu lintas bahasa untuk mengembangkan suatu aplikasi yang menghasilkan suatu grafis komputer dalam bentuk 2D ataupun 3D.


OpenGL adalah suatu perangkat pembuat grafis standard yang digunakan untuk keperluan-keperluan pemrograman grafis. OpenGL bersifat opensource, multi-platform dan multi language. Saat ini semua bahasa pemrograman mendukung OpenGL. Dan OpenGL bisa bekerja dalam lingkungan Windows, Unix, SGI, Linux, freeBSD . Library dasar dari OpenGL adalah GLUT, dengan fasilitas yang bisa dikembangkan. Untuk OS Windows,library ini terdiri dari 3 files yaitu: 

Glut.h
Glut32.lib
Glut32.dll

Untuk membuat aplikasi menggunakan OpenGL, terlebih dahulu kita membutuhkan suatu konsepsi interfacing dalam implementasinya. Salah satu cara yang sudah umum digunakan adalah dengan membuat window-based OpenGL. Untuk dapat membuat konsep windowing pada OpenGL, kita memerlukan tool tertentu. Kali ini saya akan menjelaskan pembuatan gambar sederhana yaitu gambar garis vertikal, horizontal, dan diagonal dengan Dev C++ sebagai IDE-nya.

Dalam membuat Garis Vertikal, Horizontal, Dan Diagonal Dengan OpenGL Pada Dev C++. Pertama yang harus yang kita lakukan adalah mempunyai perlengkapan yang digunakan :

 1. Dev C++ (Pastikan PC atau laptop Anda sudah terinstall aplikasi ini).
2. Header Glut (Header yang akan digunakan untuk OpenGL).
Cara menginstall (Dev C++ dan OpenGL)
Apabila komputer Anda belum terinstall Dev C++, Anda bisa mendownloadnya disini, kemudian dinstall. Untuk menjalankan atau membuat file OpenGL anda harus memiliki Headernya, Anda bisa mendownloadnya disini, dan untuk menginstal header OpenGL berikut adalah langkahnya :
 1. Masuk kedalam Dev C++.
2. Klik menu tools > Pilih Package manager seperti gambar di bawah :
3. Klik Install, ganti Files of Type menjadi (generic packages) ada file berekstensi (.rar atau .zip ) terbaca.
4. Klik open,lalu ikuti langkah-langkahnya sampai selesai terinstal.

Setelah selesai menginstall Dev C++ dan header OpenGL, selanjutnya mencoba untuk langsung Membuat Garis Vertikal, Horizontal, Dan Diagonal Dengan OpenGL Pada Dev C++, cara membuat file baru adalah :
 1. Klik menu File > Pilih New > Project .
2. Pada bagian ini pilih tag Multimedia > lalu klik OpenGL dan beri nama Project.

Setelah membuat project, lanjut untuk Membuat Garis Vertikal, Horizontal, Dan Diagonal Dengan OpenGL Pada Dev C++.


1. Garis Vertikal

/* OpenGL animation code goes here */
glPushMatrix (); //Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
glBegin(GL_LINES); //Untuk menggambar garis dari titik yang digunakan.
glVertex3f(0,0,-0.0); //Untuk menentukan titik awal yang digunakan.
glVertex3f(0.0,130.0,0.0); //Untuk menentukan titik akhir yang digunakan.
glEnd (); //Untuk mengakhiri gambar garis di titik akhir.
glPopMatrix (); //Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
SwapBuffers (hDC); //Untuk mengantikan bagian belakang buffer menjadi buffer layar.
Sleep (1);
}
}
Output Programnya adalah :

Logika :
pada pembuatan garis baik dari vertikal, horizontal, maupun diagonal memiliki fungsi pemahaman tentang garis pada line di coding bagian “glvertex3f” disinilah dimana sebuah garis dibuat dengan koordinat yang kita tentukan dan disinilah pemahaman tentang koordinat diperlukan untuk pembuatan garis yang sesuai fungsi yang kita gunakan. dan setelah coding dibuat kita tinggal tekan F9 untuk compile dan run lalu jendela untuk open GL sample pun keluar dan menghasilkan sebuah garis berbentuk garis vertikal.

2. Garis Horizontal


/* OpenGL animation code goes here */
glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f); //Untuk memilih warna yang digunakan.
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT); //Untuk membersihkan layar latar belakang.
glPushMatrix (); //Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
glBegin(GL_LINES); //Untuk menggambar garis dari titik yang digunakan.
glVertex3f(-0.6f, 0.0f, 0.0f); //Untuk menentukan titik awal yang digunakan.
glVertex3f(0.6f, 0.0f, 0.0f); //Untuk menentukan titik akhir yang digunakan.
glEnd (); //Untuk mengakhiri gambar garis di titik akhir.
glPopMatrix (); //Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
SwapBuffers (hDC); //Untuk mengantikan bagian belakang buffer menjadi buffer layar.
Sleep (1);
}
}

Output Programnya adalah :

Logika :
pada pembuatan garis horizontal sama seperti sebelumnya lebih memahami masalah di line bagian “glvertex3f” disinilah dimana sebuah garis dibuat dengan koordinat yang kita tentukan dan disinilah pemahaman tentang koordinat diperlukan untuk pembuatan garis yang sesuai fungsi yang kita gunakan. dan setelah coding dibuat kita tinggal tekan F9 untuk compile dan run lalu jendela untuk open GL sample pun keluar dan menghasilkan sebuah garis berbentuk garis Horizontal. 

3. Garis Diagonal


/* OpenGL animation code goes here */
glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f); //Untuk memilih warna yang digunakan.
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT); //Untuk membersihkan layar latar belakang.
glPushMatrix (); //Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
glBegin(GL_LINES); //Untuk menggambar garis dari titik yang digunakan.
glVertex3f(0,0,-0.8); //Untuk menentukan titik awal yang digunakan.
glVertex3f(9.9,8.9,0.1); //Untuk menentukan titik akhir yang digunakan.
glEnd (); //Untuk mengakhiri gambar garis di titik akhir.
glPopMatrix (); //Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
SwapBuffers (hDC); //Untuk mengantikan bagian belakang buffer menjadi buffer layar.
Sleep (1);
}
}

Output Programnya adalah :

Logika :
pada pembuatan garis diagonal sama seperti sebelumnya lebih memahami masalah di line bagian “glvertex3f” disinilah dimana sebuah garis dibuat dengan koordinat yang kita tentukan dan disinilah pemahaman tentang koordinat diperlukan untuk pembuatan garis yang sesuai fungsi yang kita gunakan. dan setelah coding dibuat kita tinggal tekan F9 untuk compile dan run lalu jendela untuk open GL sample pun keluar dan menghasilkan sebuah garis berbentuk garis diagonal.

Read more / Selengkapnya...

Kamis, 29 Maret 2012

Kebijakan Fiskal (Departemen Keuangan)

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter satu sama lain saling berpengaruh dalam kegiatan perekonomian. Masing – masing variabel kebijakan tersebut, kebijakan fiskal dipengaruhi oleh dua variabel utama, yaitu pajak (tax) dan pengeluaran pemerintah (goverment expenditure). Sedangkan variabel utama dalam kebijakan moneter, yaitu GDP, inflasi, kurs, dan suku bunga. Berbicara tentang kebijakan fiskal dan kebijakan moneter berkaitan erat dengan kegiatan perekonomian empat sektor, dimana sektor – sektor tersebut diantaranya sektor rumah tangga, sektor perusahaan, sektor pemerintah dan sektor dunia internasional/luar negeri. Ke-empat sektor ini memiliki hubungan interaksi masing – masing dalam menciptakan pendapatan dan pengeluaran.
Krisis global saat ini jauh lebih parah dari perkiraan semula dan suasana ketidakpastiannya sangat tinggi. Kepercayaan masyarakat dunia terhadap perekonomian menurun tajam. Akibatnya, gambaran ekonomi dunia terlihat makin suram dari hari ke hari walaupun semua bank sentral sudah menurunkan suku bunga sampai tingkat yang terendah. Tingkat bunga yang sedemikian rendahnya itu justru menyebabkan ruang untuk melakukan kebijakan moneter menjadi terbatas, sehingga pilihan yang tersedia hanya pada kebijakan fiscal. Menurut Mohamad Ikhsan, (http://majalah.tempointeraktif.com) negara-negara yang tergabung dalam G-20 dalam komunike bersamanya baru ini-ini sepakat mendorong lebih cepat ekspansi kebijakan fiskal minimal 2 persen dari produk domestik bruto untuk memulihkan perekonomian dunia. Meskipun secara teoretis kebijakan fiskal dapat berfungsi sebagai stimulus perekonomian, dalam pelaksanaannya sering kali terdapat hambatan. Hambatan ini dirasakan terutama di negara berkembang.
...
1.2 Rumusan masalah
Dari latar belakang di atas dapat di buat beberapa rumusan masalah yaitu antar lain:
1. Definisi kebijakan fiskal (fiskal policy)
2. Hubungan antara kebijakan fiskal dan moneter
1.3 Tujuan Pembahasan
1. Agar lebih memahami definisi dari kebijakan fiskal
2. Serta mempermudah pembaca memahami hubungan kebijakan fiskal

TEORI
Kebijakan fiskal berarti penggunaan pajak, pinjaman masyarakat, pengeluaran masyarakat oleh pemerintah untuk tujuan stabilisasi dan pembangunan ekonomi. Bagi Negara maju, kebijkaan fiskal bertujuan untuk stabilisasi laju pertumbuhan. Sedangkan bagi Negara terbelakang, kebijkan fiskal bertujuan untuk pembentukan modal.
Namun secara umum, tujuan kebijakan fiskal adalah :
• Meningkatkan Laju Investasi
Hal ini dapat dicapai dengan mengendalikan konsumsi baik actual maupun potensial dan meningkatkan rasio tabungan marginal ( inkrimental).
Dr. R.N. Tripathy menjelaskan bebrapa metode peningkatan rasio tabungan inkrimental yaitu :
Kontrol fisik langsung
kontrol fisik langsung adalah metode yang paling efektif dalam membatasi konsumsi dan investasi tidak produktif
langkah- langkahnya meliputi ;
- pajak pendapatan progresif
- pembatasan impor barang mewah
- bea masuk tinggi pada barang impor mewah
- larangan membuat barang mewah dan setengah mewah di dalam negeri atau pembatasan pengenaannya melalui pajak yang berat.
Sementara untuk membatasi penggunaan tabungan ke sektor yang tidak produktif maka perlu pengenaan pajak progressif yang tinggi pada pendapatan yang tidak dibayarkan, keuntungan dari modal, pengeluaran dan perumahan mewah.
• Mendorong Investasi Optimal Secara sosial
Untuk mendorong investasi optimal secara sosial ini berhubungan dengan tanggung jawab Negara dan pola optimum investasi untuk menciptakan investasi pada overhead ekonomi dan sosial. Seperti investasi bidang transportasi, perhubungan, pengembangan tenaga dan sungai, serta konservasi lahan, untuk overhead ekonomi. Serta investasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan fasilitas pelatihan, untuk overhead sosial. Namun investasi dalam bentuk ini memerlukan investasi yang besar.
• Meningkatkan Kesempatan Kerja
Kebijakan fiskal harus ditujukan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran atau setengah pengangguran. Caranya adalah dengan mengarahkan pengeluaran pemerintah kearah overhead sosial dan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga harus mendorong perusahaan swasta tumbuh dengan tax holiday, konsesi, pinjaman murah, subsidi dan sebagainya. Di pedesaan pemerintah bias menyediakan pelatihan, keuangan dan mesin- mesin untuk menunjang industri rumah tangga.
• Meningkatkan Stabilisasi Ekonomi ditengah Ketidakstabilan Internasional
Kebijakan fiskal memegang peranan penting dalam mempertahankan stabilitas ekonomi menghadapi kekuatan internal dan eksternal. Dalam rangka mengurangi krisis internasional fluktuasi siklis pada masa boom, harus diterapkan pajak ekspor dan impor. Pajak ekspor dapat menyedot pendapatan dari kenaikan harga di pasar dunia. Dan bea impor yang tinggi pada barang konsumsi dan barang mewah dapat menghambat penggunaan daya beli tambahan. Akan tetapi kebijakan ini akan berhasil bila pembatasan impor barang mewah dan bea ekspor dan impor yang tinggi tersebut dipergunakan untuk tabungan domestik dan pembentukan modal.
• Menanggulangi Inflasi
Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran sumber riil mengakibatkan kenaikan harga inflasioner. Hal ini dipicu oleh kenaikan daya beli yang tidak diimbangi dengan pemabahan suplai ( suplai tetap). Hal ini juga akan memicu permintaan kenaikan upan yang kemudian menyebabkan kenaikan biaya produksi sehingga memicu kenaikan harga lebih jauh.
Pajak langsung progressif yang dilengkapi dengan pajak komoditi merupakan salah satu tindakan fiskal yang paling efektif untuk menanggulangi tekan inflasioner dalam perekonomian. Pajak seperti ini umumnya mampu menyedot sebagian besar tambahan pendapatan yang tercipta dalam proses inflasi.
• Meningkatkan dan Redistribusi pendapatan
Ketimpangan kesejahteraan dan pendapatan yang ekstrim menyebabkan perpecahan sosial yang menjurus pada ketidakstabilan politik dan ekonomi, yang berakibat pada terganggunya pembangunan ekonomi. Dan kebijkan fiskal berperan dalam redistribusi pendapatan. Investasi pemerintah dalam overhead sosial dan ekonomi merupakan upaya efektif untuk menaikan volume output, lapangan kerja, serta pendapatan nyata suatu Negara terutama Negara terbelakang. Keadaan ini akan menyebabkan standar kehidupan meningkat dan disparitas dalam pendapatan menurun.
Redistribusi pendapatan dapat dilakukan dengan menerapkan struktur perpajakan yang bercakupan luas dan sangat progressif. Struktur pajaknya meliputi pajak atas pendapatan, kekayaan, pegeluaran, perumahan, dan barang mewah.

Tetapi kebijakan pajak tersebut harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kegairahan sektor usaha karena keuntungan mereka menjadi lebih kecil.
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Kebijakan Fiskal (Fiscal Policy)

Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mendapatkan dana-dana dan kebijaksanaan yang ditempuh oleh pemerintah untuk membelanjakan dananya tersebut dalam rangka melaksanakan pembangunan. Atau dengan kata lain, Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah. Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak.
Pada sektor rumah tangga(RTK), dimana rumah tangga melakukan pembelian barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan untuk konsumsi daan mendapatkan pendapatan berupa gaji, upah, sewa, dividen, bunga, dll dari perusahaan. kegiatan ekonomi dengan Pemerintah adalah rumah tangga menyetorkan sejumah uang sebagai pajak dan menerima penerimaan berupa gaji, bunga, penghasilan non balas jasa, dll. Sedangkan dengan Dunia Internasional adalah rumah tangga mengimpor barang dan jasa dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pada sektor perusahaan, kegiatan ekonomi memiliki hubungan dengan rumah tangga yaitu perusahaan menghasilkan produk-produk barupa barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat dan memberikan penghasilah dan keuntungan kepada rumah tangga barupa gaji, deviden, sewa, upah, bunga. Sedangkan hubungan dengan Pemerintah, perusahaan akan membayar pajak kepada pemerintah dan menjual produk dan jasa kepada pemerintah. Sedangkan hubungan dengan Dunia Internasional, perusahaan melakukan impor atas produk barang maupun jasa dari luar negri.
Pada sektor pemerintah, kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan RumahTangga dimana pemerintah menerima setoran pajak rumah tangga untuk kebutuhan operasional, pembangunan. Dan untuk hubungan dengan Perusahaan, pemerintah mendapatkan penerimaan pajak dari pengusaha dan
Pemerintah membeli produk dari perusahaan berdasarkan dana anggaran belanja yang ada. Pada sektor Dunia Internasional / Luar Negeri, dimana Hubungan dengan RumahTangga adalah dunia internasional menyediakan barang dan jasa untuk kepentingan rumah tangga. dan untuk Hubungan dengan Perusahaan, dunia internasional mengekspor produknya kepada bisnis-bisnis perusahaan.
Negara Indonesia yang sedang dilanda krisis ekonomi yang berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Dimana Tingginya tingkat krisis yang dialami negeri kita ini diindikasikan dengan laju inflasi yang cukup tinggi. Sebagai dampak atas inflasi, terjadi penurunan tabungan, berkurangnya investasi, semakin banyak modal yang dilarikan ke luar negeri, serta terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan untuk terus berlanjut dan memaksa pemerintah untuk menentukan suatu kebijakan dalam mengatasinya. Kebijakan moneter dengan menerapkan target inflasi yang diambil oleh pemerintah mencerminkan arah ke sistem pasar. Artinya, orientasi pemerintah dalam mengelola perekonomian telah bergeser ke arah makin kecilnya peran pemerintah.
Kondisi ekonomi negara Indonesia pada masa orde baru sudah pernah memanas. Pada saat itu pemerintah melakukan kebijakan moneter berupa contractionary monetary policy dan vice versa. Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilisasi ekonomi dan ongkos yang harus dibayar relatif murah. Kebijakan moneter yang ditempuh saat ini berupa open market operation memerlukan ongkos yang mahal. Kondisi ini diperparah dengan adanya kendala yang lebih besar, yaitu pengaruh pasar keuangan internasional.
Pengaruh krisis ekonomi pada kebijakan fiskal, dimana Berdasarkan AD/ART pemerintah negara Indonesia, sebagaimana yang dipublikasikan oleh BI, untuk semester pertama tahun anggaran 2000 terlihat bahwa telah terjadi defisit anggaran yang disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk subsidi dan pembayaran bunga hutang. Meski sebenarnya terjadi peningkatan penerimaan, namun ternyata besarnya peningkatan penerimaan masih jauh lebih rendah dibanding peningkatan pengeluaran. Dominasi kebijakan moneter dibanding kebijakan fiskal dan deregulasi sektor riil menyebabkan terjadinya kebijakan makro ekonomi yang tidak seimbang.
Dari semua unsure APBN hanya pembelanjaan Negara atau pengeluaran dan Negara dan pajak yang dapat diatur oleh pemerintah dengan kebijakan fiscal. Contoh kebijakan fiscal adalah apabila perekonomian nasional mengalami inflasi,pemerintah dapat mengurangi kelebihan permintaan masyarakat dengan cara memperkecil pembelanjaan dan atau menaikkan pajak agar tercipta kestabilan lagi. Cara demikian disebut dengan pengelolaan anggaran.
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran :
1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.
2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif
Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.
3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin.
Tujuan kebijakan fiscal adalah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. Hal ini dilakukan dengan jalan memperbesar dan memperkecil pengeluaran komsumsi pemerintah (G), jumlah transfer pemerntah (Tr), dan jumlah pajak (Tx) yang diterima pemerintah sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatn nasional (Y) dan tingkat kesempatan kerja (N).


Read more / Selengkapnya...